Seorang gadis cilik tewas setelah tempat tinggalnya di Mosul, Irak dibakar oleh kelompok teroris ISIS. Gadis berusia sekitar 12 tahun itu tewas di pelukan ibunya saat di rumah sakit.
Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, gadis itu menitipkan pesan yang mengharukan. "Maafkan mereka," katanya kepada ibunya.
Gadis itu sedang mandi ketika para milisi radikal itu berdiri di pintu rumah dan menuntut uang pajak kepada ibunya.
Ibu gadis itu mengatakan, akan membayar tapi meminta milisi ISIS untuk menunggu hingga anaknya selesai mandi.
Tapi milisi ISIS tidak mau menunggu dan langsung menuju ke kamar mandi dan membakar gadis malang itu.
Kekejaman kelompok ISIS itu diungkap Jacqueline Isaac, seorang advokat hak asasi manusia.
"Milisi asing ISIS berada di pintu dan mereka mengatakan 'Anda hanya punya dua pilihan, pergi sekarang atau membayar jizya'," kata Jacqueline.
"Dia 'Saya akan membayar, beri saya beberapa detik, putri saya masih di kamar mandi'," lanjut Jacqueline.
"Mereka mengatakan 'Anda tidak punya beberapa detik' dan mereka membakar kamar mandi, dengan gadis itu masih di dalam," imbuh Jacqueline.
Ibu dan gadis cilik itu berhasil melarikan diri dari rumah yang terbakar. Tapi, si gadis meninggal di pelukan ibunya akibat luka bakar di rumah sakit.
"Gadis itu mengalami luka bakar tingkat empat dan ibunya berusaha keras untuk menyelamatkannya," kata Jacqueline. "Sempat membawanya ke rumah sakit, namun putri meninggal dalam pelukannya."
"Hal terakhir yang dikatakan putrinya: Maafkan mereka," ujar Jacqueline.
Jacqueline adalah wakil presiden kelompok advokasi Road of Success yang memberi kesaksian selama konferensi di New York pada 28 April terkait penganiayaan ISIS terhadap minoritas di Irak.
Pada Januari 2014, ISIS berhasil menguasai kota Raqqa di Suriah dan menjadikannya sebagai ibukota. Pada Juni 2014, kelompok militan ini mengejutkan dunia ketika merebut Mosul, kota terbesar kedua di Irak.
0 Response to "Kata Terakhir Gadis Cilik yang Tewas di Tangan ISIS..."
Posting Komentar